Arsip

Archive for the ‘grobak renungan’ Category

Cerita dari Sahabat (The Puzzle)

Oktober 28, 2010 4 komentar

“The Puzzle”… (Biasa aku menyebut “sahabat2ku”)
Dari Inbox Email, aku tuang dalam catatanku (blog sederhana ini..)
—————————————————————————————————————————————————

Seorang anak kecil duduk dipinggiran jalan dgn topi di kakinya.
Dia memegang sebuah papan yg bertuliskan :
“Aku buta, tolong bantu aku.” Saat itu hanya ada beberapa koin saja di
dlm topinya.

Seorang pria melintas di depannya.
Dia mengambil beberapa koin dlm kantongnya & menaruhnya ke dlm topi anak
tsb .
Pria itu kemudian mengambil papan pada anak kecil itu, membalikkan papan
itu & menulis beberapa kata, menaruhnya kembali & berjalan meninggalkan
anak kecil tsb.

Segera topi itu terisi & semakin penuh.
Bgitu banyak org memberikan uang kpd anak kecil yg buta itu.
Pada sore harinya pria yg mengganti tulisan di papan melintas kembali
utk melihat perubahan apa yg terjadi.

Anak kecil itu mengenali suara langkah kakinya & bertanya :
“apakah anda yg mengganti tulisan pd papanku tadi pagi ?
Apa yg kamu tulis?”
Pria tsb menjawab,”aku menulis yg sebenarnya.
Aku menulis apa yg km tulis hnya dgn cara yg berbeda.”
Aku menulis,”hari ini adalah hari yg indah, hanya saja aku tdk bisa
melihatnya.”
kalimat tsb memberi arti yg sama bhw anak kecil itu tdk bisa melihat
(buta).
Dan memberitahukan bhw mereka sungguh beruntung tdk buta.

Yg bisa kita petik dari cerita ini adalah :
> Bersyukurlah atas apa yg kamu miliki.
> Jadilah kreatif.
> Jadilah innovative.
> Berpikirlah dgn cara yg berbeda & positif.
> Ketika hidup memberi kamu 100 alasan utk menangis, tunjukkanlah bhw
hidup jg memberi kamu 1000 alasan utk tersenyum.
> Hadapi masa lalumu tanpa kecewa.
> Hadapi masa dpnmu dgn percaya diri. Siapkan masa depan tanpa
ketakutan.
> Pertahankan iman & jauhkan rasa takut.

—————————————————————————————————————————————————
Many Thanks to Childa (The Puzzle)
Atas Kiriman Emailnya..
Semoga bermanfaat.. (^^,)

Iklan

Catatan Akhir Ramadhan

September 1, 2010 2 komentar

Ya Allah, betapa kami tak bisa berbuat lebih banyak di ramadhan ini. Betapa kami hanya mampu untuk mereguk nikmat, mereguk senang, tanpa bisa sedikit pun berikan yang terbaik untukMu. Di bulan ini kami lebih banyak meminta ketimbang mengerjakan seruanMu. Ramadhan bagi sebagian dari kami, tak ubahnya sebuah pesta. Ramadhan bagi segolongan dari kami, sekadar ekstravaganza ibadah. Nyaris hanya secuil yang bisa kami maknai kemuliaannya.

Ya Allah, kami ingin mengadu kepadaMu. Meski kami malu karena selalu memalingkan wajah dari perintahMu. Kami mencoba meng-hempaskan beban yang kami derita. Kami ber-upaya untuk membuang semua penat di jiwa kami. Di akhir ramadhan ini kami cuma bisa mengeluh. Bahkan adakalanya keluhan itu bersumber dari kebodohan kami yang buta atas titahMu. Sepertinya kami tak pantas berbagi dengan-Mu. Terlalu banyak persoalan yang sebenarnya bersumber dari kesombongan kami, kejahilan kami, dan dari bebalnya kami. Baca selanjutnya…

Kesempatan Itu Masih Ada

Assalaamu’alaykum..

Hidup & segala keinginan dunia ibarat setetes embun di pagi buta
Ia akan jatuh ke tanah manakala angin bertiup menerpa
Ia akan menguap dan hilang tanpa bekas seiring hadirnya seberkas sinar pagi

Hidup & segala keinginan dunia ibarat fatamorgana
Ia tampak berkilau memberi berjuta harapan dikala kita jauh
Lambat laun kilaunya pun pudar manakala kita mendekatinya

Hidup & segala keinginan dunia ibarat laut
Laut yang menenggelamkan..
Laut yang menyimpan banyak teka-teki kehidupan
Dimana kita tergoda untuk menyelaminya..

Hidup & segala keinginan dunia adalah fana
Tak akan kekal oleh waktu.. Baca selanjutnya…

Ingat Mati…

Juli 8, 2010 1 komentar

Siapa diantara kita yang tidak akan ditimpa oleh kematian
Ia tidak memiliki teman,
Jika ia datang.., Maka berakhirlah segala sesuatu
Ia tidak memiliki tempat
Seluruh alam ini adalah tempatnya
Kita tidak akan bisa berlari,
Ataupun bersembunyi darinya
Walaupun kita berada dalam benteng yang sangat kokoh
Ia tidak memiliki waktu
Ia terus bekerja sepanjang hari, Sepanjang masa
Ia tidak menunggu seorangpun
Akan tetapi kita semua yang menunggunya
Ia adalah penghancur angan
Penghancur keinginan
Penghancur impian
Ia adalah akhir fase pertama manusia
Ia adalah KEMATIAN

Kullu nafsin dzaa’iqatul maut … “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.” (QS. 29:57) Baca selanjutnya…

Inginku, Menemukanmu, atas ridho-Nya

Wanita pendamba syurga…
Agungnya akhlakmu berselimut mutiara
Pada rahimmu kelak generasi-generasi agama
Akan Allah amanahkan
Engkau calon madrasah pertama
Saat mujahid-mujahid terlahir di dunia..

(great statement!! share from comment: (me-shine)