Mutiara Hadist

Dari Abdullah ibn Amr. Hadist ini diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi dan Nasa’i. Dalam ilmu hadits, periwayatan hadits demikian disebut Riwayat Khomsah. Namun, di bawah ini saya ambilkan hadits yang redaksinya dari Tirmidzi dan Nasa’i, Rasulullah bersabda:

Al-muslimu man salima al-muslimuna min lisanihi wa yadihi wa al-muhajiru man hajara ma naha Allah ‘anhu wa al-mu’minu man aminahu al-nasu ‘ala dima’ihim wa amwalihim

Artinya: “Muslim adalah orang menyelamatkan kaum muslim lainnya dari lisan dan tangannya, orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan hal-hal yang terlarang untuk dilakukannya dan seorang mukmin adalah orang yang memberikan keamanan bagi orang lain atas darah dan harta mereka.”

(HR. Tirmidzi dan Nasa’i)

Dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah bersabda:

Sedekah itu tidak akan mengurangi harta. Tidak ada orang yg memberi maaf kepada orang lain, melainkan Allah akan menambah kemuliaannya. Dan tidak ada orang yg merendahkan hati (rendah hati) karena Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya.

(HR. Muslim, no. 2588)

Sesungguhnya marah itu datangnya dari setan dan dia (setan) diciptakan dari api, dan api dapat dipadamkan dengan air. Karena itu jika salah seorang dari kalian marah maka berwudhulah.

(HR. Ahmad)

Barangsiapa yang mengajak kepada kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang melakukan kebaikan itu.

(HR. Muslim)

Tidak sempurna iman seseorang yang tidak bisa memikul amanah, tidak sempurna agama seseorang yang tidak bisa dipegang janjinya.

(HR. Ahmad dan Baihaqi)

Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma, ia berkata :

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam memegang pundakku, lalu bersabda : Jadilah engkau di dunia ini seakan-akan sebagai orang asing atau pengembara. Lalu Ibnu Umar radhiyallahu anhuma berkata : “Jika engkau di waktu sore, maka janganlah engkau menunggu pagi dan jika engkau di waktu pagi, maka janganlah menunggu sore dan pergunakanlah waktu sehatmu sebelum kamu sakit dan waktu hidupmu sebelum kamu mati”.

[Bukhari no. 6416]

Ali r.a. berkata : Nabi saw. bersabda : Kalian jangan berdusta atas namaku, maka sesungguhnya siapa yang berdusta atas namaku pasti masuk neraka.

(Bukhari, Muslim)

Sesungguhnya tiap amal perbuatan itu tergantung pada niatnya. Dan yang dianggap bagi tiap manusia apa yang ia niatkan. Maka yang hijrahnya tulus ikhlas menurut kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrah itu diterima oleh Allah dan Rasulullah. Dan siapa yang niat hijrahnya untuk dunia (kekayaan) yang akan didapat (dikejar), atau wanita yang akan dikawin, maka hijrah itu terhenti pada niat hijrah yang ia tuju.

(Bukhari, Muslim)

Nabi Muhammad S.A.W. bersabda : ” telah terjangkit kepadamu penyakit umat-umat yang sebelum kamu, yaitu: dengki dan mudah tersinggung. Mudah tersinggung itu adalah ibarat gunting. Aku tidak mengatakan gunting rambut, akan tetapi gunting Agama. Demi Allah Subhanallahu Wa Ta’ala, Yang jiwa Muhammad di tangan-Nya ! engkau tidak akan masuk surga, sehingga engkau beriman. Dan kamu belum tergolong insan yang beriman, sebelum kamu kasih mengasihi. Sudahkah aku beritakan kepadamu , apa Yang menetapkan demikian bagimu? Tebarkan Salam di antara kamu ! ”

( H R : Turmudzi dan As Zubair )

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: