Mutiara Hikmah

Cukupkanlah dirimu dengan tiga hal. Pertama, sesungguhnya di antara sekian banyak kenikmatan dunia cukuplah islam sebagai nikmat untukmu. Kedua, di antara sekian banyak kesibukan, cukuplah ketaatanmu kepada Allah sebagai kesibukan bagimu. Dan ketiga, di antara sekian banyak pelajaran, cukuplah kematian sebagai pelajaran bagimu.

(Ali bin Abi Thalib)

Malam itu panjang, maka jangan pendekkan dengan tidurmu dan siang itu begitu terang maka janganlah kau menjadikannya gelap dengan dosa-dosamu.

(Yahya bin Muadz)

{Mahabbah} Cinta kepada Allah itu ibarat pohon dalam hati, akarnya adalah merendahkan diri di hadapan Dzat yang dicintainya, batangnya adalah mengenal nama dan sifat Allah, rantingnya adalah rasa takut kepada (siksa)Nya, daunnya adalah rasa malu terhadap-Nya, buah yang dihasilkan adalah taat kepadaNya Dan penyiramnya adalah dzikir kepadaNya. Kapanpun jika amalan-amalan tersebut berkurang maka berkurang pulalah mahabbahnya kepada Allah.

(Ibnu Qayyim Al-Jauziyah )

Seandainya dunia dengan segala keindahan isinya dihalalkan untukku dan aku tidak dihisab karenanya di akhirat kelak, maka aku akan tetap menjauhi dan menghindarinya, sebagaimana seseorang diantara kalian menghindar dari bangkai binatang karena takut menempel di bajunya.

(Fudhail bin Iyadh)

Tiada yang lebih aku sesali dari suatu hari dimana matahari telah tenggelam, umurku berkurang, namun amalku belum bertambah.

(Abdullah bin Mas’ud)

Barangsiapa yang jernih hatinya, akan diperbaiki Allah pula pada yang nyata di wajahnya.

(Umar bin Al-Khatab)

Bagi setiap nikmat ada kunci yang membukanya dan ada kunci yang akan menyelaknya yang mana kunci pembukanya adalah sabar dan kunci penyelaknya adalah malas.

(Saidina Ali bin Abi Thalib)

Siapa yang memakan makanan yang halal maka dia akan mentaati Allah baik dalam keadaan senang maupun terpaksa. Dan siapa yang memakan makanan yang haram, maka dia akan berbuat maksiat kepada Allah baik dalam keadaan senang atau pun terpaksa.

(Sahal bin Abdillah At Tusturi)

Orang yang tidak menguasai matanya, hatinya tidak ada harganya.

(Ali Bin Abi Thalib)

Iklan
%d blogger menyukai ini: